Paradoks kemiringa..
eh, kenapa ini..kok bus ini miring kayak gini??eh kok agak2x miring ya mobil ini..dari mana kita mengetahui sedang miring??hemm..coba deh gini..waktu kita naik bus lalu berjalan ditikungan yang menyebabkan ban bus sisi kearah dalam tikungan keangkat, maka kita akan melontarkan pertanyaan itu dan mengatakan supir terlalu cepat mengendarai kendaraan itu..mungkin hal itu sudah diketahui alasaannya..untuk mempertahankan hukum pertama newton, maka ditambahkan suatu gaya kearah luar..bgitulah..
sebelum kembali kebahasan semula, sebenarnya kemiringan itu yang mana??saya mendefinisikan kemiringan jika posisi tempat kita berada tidak sejajar dengan permukaan bumi atau ketika kita berdiri atau duduk memiliki sudut kurang dari 90 drajat terhadap permukaan bumi..definisi kmiringan inilah yang akan dipakai selanjutnya..
kembali lagi..sebenarnya indera yang mana yang menyebabkan kita menyimpulkan suatu kemiringan??mungkin karena kita merasakannya..kita bisa merasakannya karena adanya gaya gravitasi..akan tetapi ketika kemiringan tidak besar..anggaplah kurang dari 30 derajat terhadap horison pandang pada permukaan bumi, maka seharusnya kita tidak dapat membedakan kemiringan tersebut.apakah kita sedang berada ditempat yang miring atau tidak..seharusnya kita tidak dapat membedakan bahwa posisi kita berada sedang dalam keadaan miring..lalu darimana kita bisa menyimpulkan kemiringan itu??kesimpulan tersebut karena berasal dari indera penglihatan kita..di otak kita dia membandingkan posisi kita (dalam bus) dengan citra diluar bus..anggaplah jika kita sedang melihat kearah depan, maka penglihatan kita akan membandingkan list tempat kaca anggaplah dengan jalan raya tempat bus tersebut berada..saya menyimpulkan jika seandainya mata kita ditutup atau ketika kaca bagian depan kita tutup, maka kita tidak akan mengetahui kita sedang miring..
info tentang kemiringan ini berhubungan antara penglihatan dengan kerja otot kita untuk mempertahankan jatuh kita karena ditarik bumi..skali lagi..jika kemiringan tidak terlalu besar, maka kita tidak dapat mengetahui apakah kita sedang dalam posisi miring atau tidak..perbedaan ini akan sangat terasa ketika kita dibawa jauh keatas angkasa, misalnya naik pesawat terbang, jika pesawat sedang belok mungkin sampai 30 derajat, maka jika kita tidak sedang melihat kejendela, maka kita tidak akan sadar bahwa pesawat tersebut sedang berbeluk, hal yang berbeda jika kita berada diruang pilot..dia mengetahui pesawat sedang belok karena ada kaca diluar dia dan dapat mengetahui karena perbedaan dengan horisonnya..kita bisa tau bahwa pesawat tersebut sedang berbelok jika dan hanya jika kita melihat keluar jendela atau teman kita yang memberi tahu kita..
jadi, informasi tentang apakah kita sedang dalam posisi miring atau tidak, tidak akan dapat diketahui hanya dengan merasakan saja untuk suatu kemiringan tertentu..
August 8th, 2007 at 8:18 am
pan, lu ngomong apa sih tentang miring2?
judulnya kurang ‘n’ tuh..
November 29th, 2007 at 4:43 pm
lg ‘miring’ lo ya?? :p